Aplikasi untuk menolong anak yang susah membaca

 

Tokoh Percy Jackson dalam novel karya Rick Riordan Percy Jackson and the Olympians: The Lighting Thief dicerminkan sebagai anak yang bebal dan nakal sebab tidak dapat membaca dan tindakannya sering dirasakan melanggar aturan sekolah.

Hingga pada sebuah hari, dalam acara perjalanan wisata ke museum sejarah Yunani dengan teman-teman sekelasnya, dia sukses membaca artikel yang tercantum di dinding. Sederet kata dalam aksara Yunani.

Riordan mengakui dalam wawancara yang dilaksanakan dengan The Guardian, bahwa gagasan disleksia yang dirasakan oleh figur dalam kisah tersebut berasal dari anak laki-lakinya, Haley Riordan, yang menderita disleksia atau kendala membaca.

Disleksia adalahgangguan dalam pertumbuhan belajar seorang anak, berupa kendala memBaca Buku, melafalkan dan menulis, bahkan susah bicara. Gejala disleksia baru bisa dikenali sesudah anak mulai belajar baca tulis, demikian yang dilansir dari Mayo Clinic, sampai-sampai semakin menyulitkan proses pembelajaran mereka.

Akan tetapi, seharusnya tidak bisa membaca tidak lagi menjadi masalah. Teknologi telah menolong dunia edukasi untuk menanggulangi anak-anak dengan ketidakmampuan membaca.

Apalagi, pada masa kini ini, nyaris tidak terdapat yang tidak memegang gawai atau telepon pintar, tergolong anak-anak. Berikan keleluasaan pada anak-anak disleksia dengan telepon pintar atau tablet, akan namun pastikan Anda sudah menambahkan beberapa software untuk menambah dan mengajar kemampuannya membaca.

Berikut beberapa software yang dapat dipakai di telepon pintar atau gawai kesayangan Anda, laksana yang dilansir dari TIME:

1. Endless Alphabet, menolong anak-anak umur Sekolah Dasar bermain dengan huruf-huruf. Huruf-huruf itu akan menari-nari, lalu merangkai diri menjadi suatu kata.

Setelah kata terbentuk, saya dan anda bisa melihat suatu ilustrasi tentang makna kata tersebut. Aplikasi ini adalahpengalaman multi-sensorik yang bagus untuk membina kesadaran fonemik dasar mengenai suara huruf dan menempatkan huruf-huruf tertentu bersama-sama sampai menjadi sebuah kosa kata inti.

2. Alphabetics, software ini ditujukan guna anak-anak yang lebih kecil, sebab seperti lebih tidak sedikit permainan dari pada Endless Alphabet

3. Hairy Letters, software ini direkomendasikan oleh The British Dyslexia Association, meskipun idenya sama saja.

4. Learning Ally, ialah audiobooks yang direkomendasikan guna anak-anak penderita disleksia

5. Co:writer, sesuai untuk anak-anak yang duduk di Sekolah Menengah Pertama. Aplikasi ini bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan pertolongan untuk penulisan yang lebih panjang. Setelah anak menyebutkan satu atau dua kalimat, co:writer akan menyimak ulang, sampai-sampai anak-anak bisa mendengarkan kekeliruan yang mereka buat

6. Voice Dream Reader, software yang pun direkomendasikan oleh The American Foundation for the Blind ini akan menolong anak untuk memperhatikan suatu artikel. Aplikasi ini sesuai untuk mereka yang susah membaca, namun punya teks atau artikelnya.

7. Inspiration, software ini unik, serupa dengan cara mind mapping. Ketika anda mempunyai masalah dalam menilai gagasan apa yang akan anda tulis kesatu kali, Inspiration dapat menolong menemukannya.

8. Dragon Dictate or Naturally Speaking, guna anak-anak yang duduk di Sekolah Menengah Atas, yang kebutuhannya telah lebih kompleks.

9. Rewordify, software untuk menolong siswa Sekolah Menengah Atas yang akan menyimak teks yang lebih rumit. Untuk anak penderita disleksia, satu kata yang baru dan tidak familier yang mereka temui, bisa memperlambat proses belajar mereka.

10. Flashcards Deluxe, untuk menolong siswa berlatih menghadapi ujian.

Berdasarkan keterangan dari Jamie Martin, seorang konsultan teknologi tolong untuk penderita disleksia, ketidakmampuan menyimak lebih adalahmasalah neurologis, dan tidak terdapat hubungannya dengan kemalasan atau tidak berusaha.

 

 

 

Leave a Comment